Pada tanggal 31 Oktober 2025, di Auditorium Prof. Farid Kasmy Fisika, Program Studi Sistem Informasi Universitas Riau menggelar Kuliah Tamu Kapita Selekta dengan menghadirkan Jauhar Arif Yulmawan, Manager IT Upstream Application IT PHR Regional 1 – Sumatera (Pertamina Hulu Rokan) beserta tim. Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan langsung dari praktisi industri mengenai perkembangan teknologi modern dan tantangan yang menyertainya.

Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan materi berjudul “IT–OT Convergence: Industry 4.0 or Die Hard 4.0” yang mengajak mahasiswa memahami lebih dalam tentang konvergensi antara Information Technology (IT) dan Operational Technology (OT). Konvergensi ini menjadi kunci dalam menghadapi era industri modern yang serba digital, di mana sistem operasional fisik dan sistem informasi perusahaan kini saling terhubung dan saling memengaruhi.
Kegiatan diawali dengan pemutaran cuplikan film Die Hard 4.0 sebagai pembuka untuk membangun konteks dan menarik perhatian mahasiswa. Film yang dirilis pada tahun 2007 tersebut dipilih karena sudah menggambarkan ancaman serangan siber yang dapat melumpuhkan infrastruktur penting, sebuah isu yang semakin relevan pada era digital dan otomatisasi saat ini. Pendekatan ini berhasil membuat mahasiswa lebih memahami urgensi keamanan dalam dunia industri.
Melalui materi yang disampaikan, mahasiswa diajak memahami bahwa Industry 4.0 bukan sekadar tren, tetapi sebuah transformasi besar dalam dunia industri yang identik dengan smart manufacturing. Seluruh proses telah terintegrasi secara digital dan didukung oleh kecerdasan buatan, memungkinkan pengambilan keputusan real-time, peningkatan produktivitas, fleksibilitas, serta efisiensi dalam proses produksi maupun distribusi.

Pada bagian lain pemaparan, materi juga menyoroti aspek keamanan dan infrastruktur sistem informasi sebagai fondasi utama dalam mengelola integrasi IT dan OT. Ketika mesin, sensor, jaringan industri, dan aplikasi bisnis saling terhubung, kerentanan kecil sekalipun dapat berdampak besar terhadap operasional perusahaan. Karena itu, infrastruktur modern harus dirancang dengan pendekatan defense in depth, segmentasi jaringan yang kuat, monitoring berkelanjutan, serta kemampuan incident response yang cepat dan terkoordinasi. Keamanan siber dipahami bukan hanya sebagai isu teknis, tetapi juga bagian integral dari keberlangsungan operasional industri.

Kuliah tamu ini menjadi wadah berharga bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia industri dan tantangan nyata di era konvergensi teknologi. Dengan dukungan pengetahuan mengenai IT–OT convergence, keamanan siber, dan infrastruktur sistem informasi, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi transformasi digital di masa depan. Terima kasih kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas kolaborasi dan kontribusinya dalam berbagi wawasan dan pengalaman berharga kepada sivitas akademika Program Studi Sistem Informasi Universitas Riau.